ASSALAMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABAROKATUH,
BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM
Sahabatku sekalian yang kukasihi karenaNya,
Banyak orang yang tidak beriman kepada Al-Qur’an sekalipun mereka mengaku sebagai orang yang beriman. Mereka menghabiskan hidup mereka dengan berpegang pada khayalan, dan kehidupan mereka menyalahi Al-Qur’an, bahkan mereka menolak al-Qur’an sebagai pembimbing mereka.
Padahal, hanya Al-Qur’an yang memberikan pengetahuan yang benar dalam masa kehidupan ini kepada setiap orang, dan Al-Qur’an menjelaskan rahasia-rahasia penciptaan Allah dengan penjelasan paling benar dan paling murni,juga dapat membedakan antara yang Haq dan yang Bathil.
Firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala :
Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu Al-Quran sebagai roh dengan perintah Kami; engkau tidak pernah mengetahui: Apakah Kitab itu dan tidak juga mengetahui apakah iman itu; akan tetapi Kami jadikan Al-Quran: Cahaya yang menerangi, Kami beri petunjuk dengannya sesiapa yang Kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami dan sesungguhnya engkau adalah memberi petunjuk dengan Al-Quran itu ke jalan yang lurus, Iaitu jalan Allah yang memiliki dan menguasai segala yang ada di langit dan yang ada di bumi. Ingatlah! Kepada Allah jualah kembali segala urusan." QS 42:52-53
Sahabatku Al-Qur'an adalah sumber rujukan kita
Al-Qur’an adalah sumber istimewa bagi rahasia-rahasia ini, sehingga siapa pun orangnya, betapapun orang itu cerdas dan mahir mengenal huruf,tapi dia tidak akan dapat menemukan rahasia-rahasia kebenaran ini di tempat lain. Dengan demikian, orang-orang yang tidak berpegang pada Al-Qur’an hidupnya dalam keadaan mengkhayal. Di akhirat, mereka akan dilaknat selama-lamanya.
Di dalam hadits Qudsi di mana Rasulullah bersabda yang bermaksud:
“Sesiapa yang sentiasa sibuk dengan Al-Quran dan zikir mengingatiku daripada meminta-minta kepadaku, maka aku akan anugerahkan perkara yang lebih baik daripada aku anugerah kepada mereka yang sentiasa memohon kepadaku itu,dan kelebihan kalam Allah di atas segala kalam yang lain seperti lebihnya Allah di atas makluk-Nya”. Dalam satu hadis lain yang bermaksud: “Apabila seseorang dapat mengkhatamkan bacaan Al-Quran satu kali, 60 ribu malaikat memohon keampunan dari Allah SWT untuknya”.
Sahabatku sekalian yang di Rahmati Allah.
Orang-orang yang tidak mengkaji rahasia-rahasia yang diwahyukan dalam Al-Qur’an hidup dalam keadaan menderita dan berada dalam kesulitan. Ironisnya, mereka tidak pernah mengetahui penyebab penderitaan mereka. Dalam pada itu, orang-orang yang mempelajari rahasia-rahasia dalam Al-Qur’an menjalani kehidupannya dengan mudah dan gembira, karena Al-Qur’an itu jelas, mudah, dan cukup sederhana untuk dipahami oleh setiap orang untuk dijadikan panduan Hidupnya. Dalam Al-Qur’an, Allah menyatakan sebagai berikut:
Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala :
“Wahai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu. Kami telah menurunkan kepada¬mu cahaya yang terang benderang. Adapun orang-orang yang beriman kepada Allah dan berpegang teguh kepada-Nya, niscaya Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat yang besar dari-Nya dan limpahan karunia-Nya, dan menunjuki mereka kepada jalan yang lurus.”
(Q.s. an-Nisa’: 174-75).
Rahasia-rahasia dalam Al-Qur’an merupakan rahmat bagi orang beriman, dan di sisi lain, Al-Qur’an memberikan ancaman bagi orang-orang kafir, baik di dunia ini maupun di akhirat kelak. Allah menjelaskan kenyataan ini dalam sebu¬ah ayat sebagai berikut:
Firman Allah Subhanahu wa Taala :
“Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al-Qur’an itu hanyalah menambah kerugian bagi orang-orang yang zalim.” (Q.s. al-Isra’: 82).
Ketika seseorang membaca ayat-ayat ini, dan perhatiannya tertuju kepada rahasia-rahasia yang terkandung dalam ayat ini, maka yang harus ia lakukan adalah berusaha mengetahui maksud Allah di balik berbagai peristiwa, lalu memikirkan segala sesuatunya berdasarkan Al-Qur’an. Maka, orang-orang pun akan menyadari dengan kesadaran yang mendalam tentang rahasia-rahasia tersebut, sehingga al-Qur’an akan mengendalikan kehidupan mereka dan kehidupan orang lain.
Firman Allah Subhanahu Wa Taala :
Allah sentiasa menjadi saksi akan kebenaran Al-Quran yang telah diturunkanNya kepadamu. Allah menurunkannya dengan ilmuNya dan malaikat juga turut menjadi saksi dan cukuplah Allah menjadi saksi (An-nisaa.166).
Firman Allah Subhanahu Taala :
Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al Qur'an itu adalah benar. Dan apakah Tuhanmu tidak cukup (bagi kamu) bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu? (QS. 41:53)..
Sahabatku yang kukasihi
Kebenaran adalah apa yang dinyatakan dalam Al-Qur’an. Siapa pun yang membaca Al-Qur’an dengan ikhlas, lalu memikirkan berbagai peristiwa berdasarkan al-Qur’an dan iman, dan mendekatkan diri kepada Allah, ia akan melihat dengan jelas rahasia-rahasia ini. Perbuatan inilah yang akan memberikan pemamahan yang lebih baik bahwa Allah adalah Yang Maha Esa Yang mengendalikan setiap makhluk, hati, dan pikiran, sebagaimana pernyataan Allah dalam sebuah ayat:
Firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala :
“Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al-Qur’an itu benar. Dan apakah Tuhanmu tidak cukup (bagi kamu) bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu?” (Q.s. Fush¬shilat: 53).
Firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala :
Dan sesungguhnya inilah jalan-Ku yang lurus maka ikutilah dia dan jangan kamu ikuti jalan-jalan (lainnya) sebab jalan-jalan itu akan mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Demikianlah Allah berwasiat kepada kamu mudah-mudahan kamu bertaqwa.”
(QS. Al An’am : 153)
Blog ini sesuai dilayari untuk Masyarakat Lapisan yang beragama Isalam dan Bukan Agama Islam juga Boleh Melihat dan menbaca Email:Islamic_indah92@yahoo.com
Memaparkan catatan dengan label talhah. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label talhah. Papar semua catatan
Jumaat, 3 Jun 2011
♥ KELEBIHAN HARI JUMAAT DAN KESALAHAN YANG BIASA TERJADI ♥
oleh Zubair IbnuAwwam As-Sabah pada pada 03hb Jun 2011 pukul 8.25 pagi
ASSALAMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABAROKATUH
BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIIM
Saudaraku seaqidah.
Sebagaimana kita semua sedia maklum bahwa perhiasan bagi hari ialah hari Jumaat,yang dipenuhi Baraqoh dan juga pada hari jumaat berkumpulnya kaum muslimin untuk menunaikan kewajiban yang di perintahkan oleh Allah,
Firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala bermaksud :
Wahai orang-orang yang beriman! Apabila diserukan azan (bang) untuk mengerjakan sembahyang pada hari Jumaat, maka segeralah kamu pergi (ke masjid) untuk mengingati Allah (dengan mengerjakan sembahyang jumaat) dan tinggalkanlah berjual-beli (pada saat itu); yang demikian adalah baik bagi kamu, jika kamu mengetahui (hakikat yang sebenarnya), " (Al-Jumu'ah:9)
ADAPUN KELEBIHAN KELEBIHAN MENGHADIRI SHALAT JUMAAT
Rasulullah Shallallahu Alaihi wasallam bersabda :
Pada hari itu jumaat terdapat suatu masa di mana seorang hamba mukmin apabila meminta (berdoa) kepada Allah sesuatu kebaikan melainkan Allah memakbulkan doanya atau ia meminta Allah melindunginya daripada sesuatu kejahatan melainkan Allah melindunginya daripada kejahatan.” (Hadis riwayat Tirmizi).
Rasulullah Shallallahu Alaihi wasallam bersabda :
“Barangsiapa berwudlu dengan baik, kemudian mendatangi Jumaat lalu mendengarkan dan diam,diampuni dosanya antara Jumaat itu dengan Jumaat sebelumnya,dan ditambah 3 hari.” ( HR.Muslim ).
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:
“Hari paling baik dimana matahari terbit pada hari itu adalah hari jumat, pada hari itu Adam diciptakan, dan pada hari itu pula Adam dimasukkan ke dalam surga, serta diturunkan dari surga, pada hari itu juga kiamat akan terjadi, pada hari tersebut terdapat suatu waktu dimana tidaklah seorang mukmin shalat menghadap Allah mengharapkan kebaikan kecuali Allah akan mengabulkan permintannya.” (HR. Muslim)
Rasulullah Shallallahu Alaihi wasallam bersabda :
"Barangsiapa berwudhu' lalu memperbaguskan wudhu'nya, Kemudian mendatangi shalat Jum'ah terus mendengar & berdiam diri - tidak berbicara sama sekali, maka diampunkanlah untuknya antara Jum'ah itu dgan Jum'ah yg berikutnya, dgan diberi tambahan 3 hari lagi. Barangsiapa yg memegang kerikil - batu kecil untuk di-permain2kan sehingga tidak memperhatikan isi khutbah, maka ia telah melakukan kelalaian - yakni bersalah." (Riwayat Muslim)
Dari Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu bahwa
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata :
“Perbanyaklah shalawat kepadaku setiap hari jum’at karena shalawatnya umatku akan dipersembahkan untukku pada hari jum’at, maka barangsiapa yang paling banyak bershalawat kepadaku, dia akan paling dekat derajatnya denganku.”
(HR. Baihaqi dengan sanad shahih)
PERLUNYA MANDI,BERSIWAK DAN MEMAKAI WANGI-WANGIAN
Sahabatku yang kusayangi.
Di antara jama’ah jumaat ada juga yang mengabaikan masalah mandi dan memakai wangi-wangian serta bersikat gigi ( bersiwak) pada hari Jum’at.
Padahal Islam menghendaki kaum muslimin supaya berkumpul pada hari Jum’at pada pertemuan mingguan dalam keadaan sesempurna mungkin, berpenampilan paling baik, serta memakai wangi-wangian yang paling wangi sehingga orang lain tidak merasa terganggu oleh bau yang tidak sedap. Serta tidak juga mengganggu para Malaikat.
Di dalam kitab ash-Shahiihain disebutkan, dari Abu Bakar bin al-Munkadir, dia berkata, ‘Amr bin Sulaim al-Anshari pernah memberitahuku, dia berkata, Aku bersaksi atas Abu Sa’id yang mengatakan, Aku bersaksi bahwa
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Mandi pada hari Jum’at itu wajib bagi setiap orang yang sudah baligh. Dan hendaklah dia menyikat gigi serta memakai wewangian jika punya.”
(Diriwayatkan oleh al-Bukhari (no. 880) dan Muslim (no. 846).
Dari Salman al-Farisi, dia berkata,
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“Tidaklah seseorang mandi dan bersuci semampunya pada hari Jum’at, memakai mi-nyak rambut atau memakai minyak wangi di rumahnya kemudian keluar lalu dia tidak memisahkan antara dua orang (dalam shaff) kemudian mengerjakan shalat dan selanjutnya dia diam (tidak berbicara) jika khatib berkhutbah, melainkan akan diberikan ampunan kepadanya (atas kesalahan yang terjadi) antara Jum’atnya itu dengan Jum’at yang berikut-nya.” (Shahih: Diriwayatkan oleh al-Bukhari (no. 883).
KERUGIAN BESAR MELAMBATKAN WAKTU KE SHOLAT JUMAAT
Sahabatku yang di rahmati Allah
Di antara kaum muslimin ada yang berlambat-lambat ketika mendatangi shalat Jum’at sehingga khatib naik mimbar. Padahal dengan demikian itu mereka, telah kehilangan banyak keberkatan dan kebaikan serta pahala yang melimpah.
Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, bahwa
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda :
“Barangsiapa mandi pada hari Jum’at seperti mandi junub kemudian dia berangkat ke masjid, maka seakan-akan dia berkurban dengan unta. Barangsiapa berangkat pada waktu kedua, maka seakan-akan dia berkurban dengan sapi. Barangsiapa berangkat pada waktu ketiga, maka seakan-akan dia berkurban dengan kambing yang bertanduk. Barangsiapa berangkat pada waktu keempat, maka seakan-akan dia berkurban dengan ayam. Dan barangsiapa berangkat pada waktu kelima, maka seakan-akan dia berkurban dengan telur. Jika imam (khatib) telah datang, maka Malaikat akan hadir untuk mendengarkan Khutbah.” (HR.Shahiih Al-Bukhari dan Shahiih Muslim)
Maksudnya,para Malaikat itu menutup lembaran catatan pahala bagi mereka yang terlambat sehingga tidak mendapatkan pahala yang lebih bagi orang yang masuk masjid (di saat khatib sudah naik mimbar)Pengertian tersebut diperkuat oleh hadits berikut ini:
Dari Abu Ghalib, dari Abu Umamah, dia berkata,
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Pada hari Jum’at para Malaikat duduk di pintu-pintu masjid yang bersama mereka lembaran-lembaran catatan. Mereka mencatat orang-orang (yang datang untuk shalat), di mana jika imam (khatib) telah datang menuju ke mimbar, maka lembaran-lembaran catatan itu akan ditutup.”Lalu kutanyakan, “Hai Abu Umamah, kalau begitu bukankah orang yang datang setelah naiknya khatib ke mimbar berarti tidak ada Jum’at baginya?”Dia menjawab, “Benar, tetapi bukan bagi orang yang telah dicatat di dalam lembaran-lem-baran catatan.”
(HR.Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan dinilai hasan oleh al-Albani)
Sahabatku,Rasulullah juga sangat melarang orang berkata kata disaat khatib sedang berkhotbah termasuk menegur teman yang sedang bising atau berbicara
Rasulullah Shalallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“Jika engkau berkata kepada teman engkau “Diam” pada hari Jumaat dan imam sedang berkhutbah, maka engkau telah membuat sesuatu yang sia-sia.”
(Sahih,al-Bukhari:934, Muslim:851)
BAHAYANYA MENINGGALKAN SHOLAT JUMAAT
Dari Abu al-Ja`d ad-Dhamiri, r.a, bahawa
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “ sesiapa yang meninggalkan (solat Jumaat) sebanyak 3 jumaat dengan keadaan sengaja meringan-ringan dan mencuaikannya, nescaya Allah meterikan atas hatinya”. (Riwayat Abu Daud)
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
‘’Barangsiapa yang meninggalkan tiga (3) Jumaat karena me-mudah2kannya(meremehkannya) maka Allah mencap (Nifaq) atas hatinya’’
( H.R Ahmad Al-hakim shahieh Muslim)
Langgan:
Catatan (Atom)

